1. MAKASSAR
  2. KABAR MAKASSAR

Pemkot percayakan polisi usut kasus penyerangan kantor Balai Kota

Pemkot menyiapkan rekaman CCTV dari lokasi kejadian

©2016 Merdeka.com Editor : Aan Pranata | Sabtu, 27 Agustus 2016 14:49

Merdeka.com, Makassar - Pemerintah Kota Makassar menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus penyerangan kantor Balai Kota kepada kepolisian. Juru bicara bidang komunikasi dan hukum Pemkot, Ramzah Tabraman mengatakan pihaknya percaya proses hukum terkait kejadian tersebut berjalan adil.

"Prosesnya masih panjang, ada lidik dan sidik yang harus dilewati kepolisian. Hingga kini belum ada angka (oknum polisi) yang kami sebutkan karena belum pernah menghitungnya," kata Ramzah.

Menurut Ramzah, Pemkot bersama Kepolisian Daerah Sulsel dan Polrestabes Makassar telah bersepakat untuk mengedepankan proses hukum tanpa melihat oknum aparat yang terlibat pada insiden lalu. Persoalan ini, menurutnya, bagaimana pun harus diusut tuntas. “Dengan mengedepankan hukum sebagai panglima,” ujarnya.

Ramzah melanjutkan, Pemkot telah mendukung penyelidikan oleh kepolisian dengan menyiapkan sejumlah barang bukti. Di antaranya rekaman kamera CCTV yang memuat aksi penyerangan kantor Balai Kota Makassar. Rekaman tersebut hanya pernah dilhat langsung oleh tim dari Kementerian Dalam Negeri, Komnas HAM, dan Wali Kota Danny Pomanto.

“Masyarakat menunggu hasilnya. Artinya siapa pun pelakunya akan dipublis dengan terang ke publik nantinya dan kami percaya itu," kata Ramzah.

Pemkot Makassar telah memutuskan membuka satu pintu untuk informasi terkait kasus penyerangan kantor balai kota. Pernyataan resmi hanya boleh disampaikan kepada media oleh wali kota dan juru bicara bidang komunikasi dan hukum atas izin wali kota.

Oknum aparat Kepolisian dan oknum petugas Satpol PP Kota Makassar terlibat perkelahian kelompok di Kantor Balai Kota Makassar, 7 Agustus dini hari. Dalam insiden itu, seorang anggota polisi, Bripda Michael Abraham Riewpassa meninggal. Korban luka-luka berjatuhan di dua pihak, disertai kerusakan kantor dan sejumlah kendaraan.

Bentrokan diawali penyerangan puluhan oknum aparat kepolisian di Balai Kota, tempat Satpol PP Makassar berkantor. Penyerangan merupakan buntut insiden perkelahian personal di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (6/8) malam sebelumnya, yang melibatkan oknum dari kedua pihak.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel telah menetapkan lima oknum polisi sebagai tersangka atas kasus penyerangan Balai Kota. Tiga di antaranya sudah ditahan. Dua orang tersangka dari pihak Satpol PP, yakni atas kasus dugaan pengeroyokan di Anjungan Pantai Losari serta penikam anggota polisi hingga tewas. (NIA)

(AP)
  1. Balai Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA