1. MAKASSAR
  2. KABAR MAKASSAR

Semasa hidup, Supomo Guntur dikenal sebagai pemimpin tegas

Dia terbiasa menyiapkan sedekah akhir pekan bagi segenap stafnya

©2017 Merdeka.com Editor : Aan Pranata | Minggu, 23 April 2017 01:16

Merdeka.com, Makassar - Mantan wakil wali kota Makassar Supomo Guntur meninggal di usia 63 tahun, pada Sabtu siang (22/4). Dia merupakan pasangan wali kota Ilham Arief Sirajuddin pada periode 2009-2014.

Dikutip dari laman resmi Pemkot Makassar, Supomo Guntur yang juga akrab dipanggil Karaeng Sewang, lahir pada tanggal 13 Desember 1954 di sebuah desa kecil, kecamatan Binamu, Jeneponto. Ayahnya bernama H. Maggunturang, sedang ibunya bernama Hj. Yada.

Supomo Guntur selama kariernya di pemerintahan hingga mencapai jabatan Wakil Walikota Makassar, sangat dikenal oleh bawahannya sebagai pemimpin yang tegas. Namun banyak yang menyangka bila ketegasannya itu adalah sesuatu yang keras, padahal sesungguhnya tidak. Memang bila bicara, suara Supomo selalu terkesan temperamen, selalu kedengaran marah.

Padahal memang suaranya yang keras, apalagi bila dia agak tegang dalam menghadapi masalah. Jadi bila dia menegur bawahan, akan selalu terkesan bahwa sedang marah. Padahal sesungguhnya tidak. Hanya suaranya yang sering terdengar besar dan tegas.

Nanti bila dia marah betul, baru akan kelihatan dia mengamuk. Namun demikian, Supomo Guntur paling anti kekerasan, meskipun mengamuk, tapi secara fisik dia akan menghindarinya. Prinsip Supomo Guntur dalam berinteraksi dengan masyarakat di sekitarnya, terlebih kepada bawahannya, harus senantiasa terjaga silaturrahmi yang selalu baik dan harmonis.

Maka itulah, bila Supomo Guntur marah kepada bawahannya, maka dalam waktu singkat pula bawahan yang dia marahi itu akan segera dia panggil, dan kebanyakan langsung dikasi uang. Karena itulah di kalangan bawahannya, sejak jadi Camat hingga jadi Wakil Walikota, kebiasaan seperti itu tetap berlangsung. Bawahannya yang sudah paham betul karakter Supomo, malah lebih senang dapat marah, karena itu pertanda akan dapat sedekah dari Supomo.

Bila tiba pada hari Jumat, dimana besoknya akan libur kantoran, Supomo Guntur akan selalu menyiapkan sedekah akhir pekan kepada segenap stafnya, sejumlah teman-temannya yang pantas disedekahi, hingga para para anggota Satpol PP yang banyak bertugas di Balaikota.

“Kenapa Karaeng begitu rajin membagi-bagi uang. Padahal uang itu adalah honor. Mengapa tidak dikumpul-kumpul saja, dan cukup bersedekah sewaktu-waktu”, demikian pertanyaan seorang Wartawan yang cukup dekat dengan Supomo Guntur.

Jawab Supomo : “Ahhh uang itu biar dimana habis ji, maka lebih baik disedekahkan terutama kepada yang membutuhkan. Allah swt akan melipatgandakan rezeki bagi orang suka bersedekah terutama kepada yang sangat membutuhkan”.

Bila Supomo Guntur datang shalat Jumat atau tarwih di Mesjid dan membawa bantuan Pemkot untuk pembangunan mesjid, maka selain uang bantuan pemerintah, Supomo juga selalu menambahkannya dengan sumbangan pribadi antara 1 hingga 2,5 juta rupiah. Ini mulai dilakukannya sejak dia menjabat Wakil Walikota.

Cerita dari para tetangga Supomo Guntur di bilangan Jl.Daeng Tata Makassar, bahwa sepanjang pengalamannya bertetangga dengan Supomo Guntur, apa dia diundang atau tidak, pasti dia akan datang bila ada acara. Dan pasti ada sumbangan yang diserahkan. Terlebih bila ada tetangga yang kematian, pasti Supomo dan keluarganya yang cepat turun tangan membantu terutama dari segi finansial.

Karier Supomo Guntur :
1. Kasubag Perencanaan Biro Perekonomian Tk.Sulsel – 1982
2. Kasubag Program & Pengemb Perhubungan Biro Perekonomian Tk.I Sulsel – 1982
3. Camat Binamu, Kab. Jenepponto – 1983-1988
4. Camat Tallo, Kotamadya Ujungpandang – 1988-1992
5. Camat Makassar, Kotamadya Makassar – 1992-1994
6. Asisten III Bidang Administrasi & Keuangan di Pemda Ujungpandang – 1994-1998
7. Kepala Biro Kepagawaian Tk.I Sulsel – 1998-2002
8. Sekretaris Daerah Kota Makassar – 2002-2008
9. Wakil Walikota Makassar – 2009-2014 (Usdar Nawawi)

(AP)
  1. Balai Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA