1. MAKASSAR
  2. KABAR MAKASSAR

Deretan masjid ini layak anda kunjungi saat berkunjung ke Makassar

Mulai yang berarsitek megah hingga perpaduan etnis Tionghoa

©2017 Merdeka.com Editor : Aan Pranata | Jum'at, 26 Mei 2017 08:10

Merdeka.com, Makassar - Makassar sebagai ibukota Sulawesi Selatan sekaligus gerbang Indonesia bagian timur, sejak lama dikenal sarat dengan agama Islam. Jejak sejarah Islam di provinisi ini biasanya diidentikkan dengan kedatangan tiga orang ulama dari Sumatera Barat yang tiba di kota pelabuhan ini pada abad ke-17. Mereka adalah Datuk ri Bandang, Datuk ri Tiro, dan Datuk ri Patimang.

Tiga ulama itu diyakini sebagai peletak batu pertama ajaran Islam di provinsi yang juga dikenal dengan perahu pinisinya tersebut. Atas dakwah ketiga ulama itu, elit kerajaan Gowa-Tallo kemudian memeluk Islam dan menjadikannya sebagai agama resmi kerajaan pada tahun 1607.

Saat ini, Makassar dihuni oleh 1,6 juta jiwa dimana warga Muslim merupakan pemeluk agama mayoritas. Di Kota ini terdapat sejumlah Masjid nan megah wajib Anda kunjungi saat bertandang ke Makassar. Berikut di antaranya, seperti dikutip dari laman Kementerian Agama:

Masjid al-Markaz Al-Islami

Masjid Al Markaz Al Islami sudah sangat terkenal sebagai masjid termegah di Makassar, Masjid yang dibangun tiga lantai ini dapat menampung hingga 50.000 jamaah. Corak bangunan Masjid didominasi warna hijau, sebagai simbol Islam yang menyejukan. Masjid Al Markaz Al Islami yang berlokasi di Kecamatan Bontoala ini diresmikan pada diresmikan pada tahun 1996 dengan arsitektural yang diinspirasi Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Selain tempat beribadah sebagaimana masjid pada umumnya, Masjid ini juga dilengkapi dengan aula, koperasi, pusat pendidikan, kantor sekretariat dan kantor Majelis Ulama Indonesia cabang Sulawesi Selatan.

Masjid Raya Sulawesi Selatan

Masjid ini disebut-sebut sebagai masjid terindah di kota Makassar. Masjid yang diresmikan pada 1949 ini bisa menampung hingga 10.000 jamaah. Sisi yang khas dari masjid ini adalah model arsitekturnya yang mengadopsi gaya timur tengah dan sentuhan mediterian.

Masjid yang terletak terletak di Jalan Bulusarung ini berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar dan menjadi kebanggaan warga Makassar.

Masjid Terapung

Nama sebenarnya adalah Masjid Amirul Mukminin, namun masjid ini lebih dikenal dengan nama Masjid Terapung Makassar karena dibangun di atas laut kawasan pantai Losari yang terkenal.

Yang unik, masjid dengan kapasitas 500 jamaah ini punya dua kubah berdiameter 9 meter. Di bawah kubah tersebut pengunjung bisa menikmati alam ciptaan Tuhan melalui embusan angin pantai.

Bangunan masjid ini memadukan konsep modern dan sentuhan islami. Masjid yang berhadapan dengan rumah jabatan Walikota Makassar ini disebut-sebut sebagai masjid terapung pertama di Indonesia.

Masjid Cheng Ho

Tak hanya di Semarang dan Palembang, di Makassar pun ada Masjid Cheng Hoo. Masjid Muhammad Cheng Hoo terletak di jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa. Dari Makassar, Masjid ini dapat dikunjungi dengan menyusuri jalan Hertasning Baru, hingga ke perbatasan Makassar-Gowa.

Dibangun oleh Persatuan Muslim Tionghoa, Masjid Muhammad Cheng Hoo membuktikan eksistensi keberadaan warga Muslim China yang ada di Makassar. Perpaduan nuansa Timur Tengah, Tiongkok, dan sentuhan budaya Bugis Makassar menjadi kelebihan dan keunikan masjid ini.

Sentuhan Tionghoa terutama dapat dilihat dari dominasi merah serta kuning pada bangunan masjid, sementara bangunan persegi menyimbolkan nilai Bugis assulappa’appa.

Selain dipakai sebagai tempat peribadatan, masjid ini juga sejumlah sarana sosial seperti ruang pendidikan, amal dan usaha, lapangan olahraga, dan tempat berlatih kesenian.

Masjid Tua Katangka

Masjid yang terletak di Desa Katangka, Kecamatan Somba Opu, ini adalah masjid tertua di Pulau Sulawesi dan di seluruh wilayah waktu Indonesia bagian tengah. Masjid yang juga disebut sebagai Masjid Agung Syekh Yusuf itu sekaligus merupakan masjid tertua ke-sembilan di tanah air.

Masjid Tua Katangka berbatasan dengan kompleks makam Katangka dan perkampungan di sebelah selatan dan barat, Jalan Raya Syekh Yusuf di sebelah utara, dan perkampungan dari sebelah barat.

Untuk diketahui, Katangka adalah sejenis pohon yang pada zaman dahulu banyak sekali tumbuh di lingkungan sekitar masjid tersebut. Kayu katangka inilah yang kemduian dijadikan bahan utama pembuatan masjid yang berdiri pada tahun 1603 itu. Saat ini, pohon endemis yang kayunya dianggap sebagai kayu kehormatan oleh orang Makassar itu merupakan pohon yang langka.

Masjid Al-Fatih Al-Ansar Makassar

Masjid Alfatih Al-Anshar dikenal dengan keunikan arsitektural bangunannya yang menyerupai bangunan Ka’bah di Makkah. Masjid yang terletak di jalan Paccinang Raya, Kelurahan Tello, Kecamatan Panakukang, Makassar ini memang mengikuti konsep masjid di Timur Tengah.

Selain bentuk bangunan dari luar, di bagian dalam Masjid suasana middle east juga sangat terasa, tampak pada tulisan-tulisan arab di dinding-dinding masjid.

Sejak diresmikan menjelang bulan Ramadan tahun 2015, masjid ini telah mencuri perhatian dan ramai disinggahi pengunjung.

(AP)
  1. Zona Turis
  2. Ramadan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA