1. MAKASSAR
  2. SENI BUDAYA

Sejumlah buku diluncurkan di MIWF 2017

Dari kumpulan cerpen hingga novel terbaru

©2017 Merdeka.com Editor : Aan Pranata | Kamis, 18 Mei 2017 13:31

Merdeka.com, Makassar - Sejumlah kegiatan berlangsung pada hari pertama rangkaian Makassar International Writers Festival 2017 di kawasan benteng Fort Rotterdam Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 17 Mei. Salah satunya diskusi dan peluncuran buku.

Buku berjudul 'Dari Timur' menjadi buku yang pertama diterbitkan pada Rabu siang. Buku ini memuat 11 karya pilihan penulis dari Indonesia Timur, yang pernah menjadi tamu di MIWF, sejak 2011 hingga 2016.

Buku ini memuat kumpulan puisi dan cerpen. Penulisnya antara lain Ama Ahmad, Cicilia Oday, Deasy Tirayoh, Dicky Senda, Emil Amir, Erni Aladjai, Faisal Oddang. Lalu Ibe S Palogai, Irma Argyanti, Jamil Massa, dan Mario F Lawi.

"Buku ini diluncurkan tepat pada perayaan hari buku nasional dan pembukaan MIWF tahun ke-tujuh," kata Media Officer MIWF Irmawati Puan Mawar.

Penyair Makassar, M Aan Mansyur juga mengisi pembukaan MIWF dengan meluncurkan buku terbarunya berjudul Cinta yang Marah. Buku ini berisi 21 fragmen puisi yang banyak bercerita tentang reformasi. Di dalam buku juga disematkan potongan-potongan kliping koran yang memuat berita tentang peristiwa bersejarah di Indonesia pada Mei 1998.

"Buku ini berisi tentang percakapan kepala dan dada. Disusun setelah saya membaca kliping koran Mei 1998 selama satu bulan penuh," kata Aan.

Aan mengungkapkan, buku ini memuat sejumlah kekecewaannya tentang berbagai hal yang terjadi seputar reformasi. Salah satunya seputar perpecahan masyarakat, yang disebut juga nyaris terjadi saat ini.

"Saya tidak kaget ketika belakangan ini marak tentang polarisasi di masyarakat. Karena sepuluh tahun lalu saya sudah menulis tentang itu, dan tahu akan terjadi sekarang," ujarnya.

Selain dua buku di atas, selama empat hari rangkaian program utama MIWF juga akan diluncurkan sejumlah buku. Di antaranya Kumpulan Puisi Gambar Kesunyian karya Shinta Febriany, kumpulan cerpen Bondan Winarno berjudul Petang Panjang di Central Park, Rafilus karya Budi Darma, The Book of Invisible Questions karya Lala Bohang; serta novel Cinta yang Diacuhkan karya Khrisna Pabichara.

"Setiap tahun kami selalu menghadirkan program-program spesial kepada pengunjung. Peluncuran buku jadi agenda rutin," ujar Irma.

Selain peluncuran buku, MIWF di hari pertama juga diisi diskusi dan lokakarya dengan melibatkan para penulis dan membaca. Penulis novel Re;, Maman Suherman, terlibat dalam diskusi Ruang Bersama yang membicarakan tentang keberagaman. Adapun pembukaan secara resmi festival dijadwalkan melalui pementasan panggung terbuka pada malam hari ini.

(AP)
  1. Sastra
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA