1. MAKASSAR
  2. PARIWISATA

Oleh-oleh yang patut dibawa pulang saat berlibur di Makassar

Harga cukup terjangkau di kantong semua kalangan

©2016 Merdeka.com Editor : Aan Pranata | Sabtu, 01 Juli 2017 12:41

Merdeka.com, Makassar - Sudah menjadi kebiasaan atau semacam tradisi, bahwa setiap selesai liburan sebagian orang selalu menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh. Sebagai tanda mata untuk keluarga, sanak saudara, teman, atau sekadar untuk kenang-kenangan.

Tak heran jika di setiap kota wisata, termasuk Makassar, berjejeran aneka toko dan pusat oleh-oleh khas daerah yang terkenal.

Pendek kata, ada yang kurang apabilan sepulang dari liburan tanpa membawa oleh-oleh. Di Makassar, ada banyak pilihan oleh-oleh, baik makanan, minuman, atau cendera mata.

Berikut kami pilihkan beberapa di antaranya, sebagai bekal pengetahuan bagi Anda yang berencana atau akan meninggalkan Makassar.
Sebagian besar dapat ditemukan di sentra oleh-oleh Jalan Somba Opu Makassar, dengan harga yang terjangkau kantong semua kalangan.

Sutera Sengkang


Kalau Anda penggemar atau pengoleksi kain tenun Nusantara, kain khas Sulawesi Selatan ini wajib Anda bawa pulang dari Makassar. Kain ini diproduksi dari seratus persen benang sutera, atau campuran sutera dan katun. Selain beragam warna, kain ini didesain dalam berbagai motif, seperti garis-garis, melingkar, atau kotak. Sutera Sengkang cocok dijadikan kemeja, gaun, atau aplikasi kain lainnya. Harganya mulai Rp 50 hingga Rp 125 Ribu per meter.

Minyak Gosok Cap Tawon


Minyak ini diproduksi PT Tawon Jaya Makassar sejak tahun 1912 dan sejak lama jadi oleh-oleh andalan dari Makassar. Minyak ini biasa digunakan untuk minyak urut, mengobati keseleo, meredakan sakit kepala dan bagian tubuh lainnya, atau pun sebagai penghangat tubuh di saat dingin. Minyak gosok Cap Tawon terbuat dari berbagai komposisi, seperti minyak kayu putih, minyak sereh wangi, minyak kelapa, dan campuran rempah-rempah. Ada dua varian Minyak Gosok Cap Tawon, yang dibedakan berdasarkan warna tutup botol. Tutup merah dengan kehangatan standar, serta tutup putih untuk kehangatan lebih.

Sirup DHT


DHT dapat digunakan sebagai campuran minuman dan makanan seperti jus, susu, es pisang ijo, es kelapa muda, puding, es pallubutung, dan lain-lain. Menawarkan citarasa manis, yang berguna sebagai penambah rasa dan selera. Sirup ini tersedia dalam kemasan 2 liter seharga Rp 100 Ribu dan 5 liter senilai Rp. 200 Ribu.

Kopi Toraja
Kopi Toraja adalah oleh-oleh khas makasar yang mempunya rasa tersendiri. Kopi arabika yang memiliki warna hitam pekat ini memiliki cita rasa tersendiri. Aromanya kaya dengan tingkat keasaman seimbang. Banyak merk Kopi toraja yang dipasarkan di Makassar, dengan harga rata-rata Rp 48 Ribu per 100 gram.

Otak-otak Tenggiri


Makanan otak-otak terbuat dari bahan baku ikan tenggiri yang dicampur dengan tepung gandum. Setelah dikukus, Otak-otak kemudian dibungkus dengan daun pisang. Otak-otak tahan sampai sebulan, asalkan langsung dimasukkan ke mesin pembeku. Saat hendak dinikmati, otak-otak lebih enak bila dipanaskan lebih dahulu, dengan dipanggang atau dipanaskan dengan menggunakan wajan tanpa diberi minyak kelapa. Saat dinikmati, Otak-otak lebih enak bila dicelupkan saus kacang. Di Makassar, otak-otak paling terkenal dijual oleh Ibu Elly, dengan harga Rp 7 Ribu per biji.

Markisa

Ada begitu banyak sirup maupun minuman rasa markisa di Indonesia, namun markisa asal Kota Makassar yang satu ini patut untuk dicoba. Rasa markisanya yang asli membuat minuman yang satu ini beda dari yang lainnya, apalagi kalau disajikan dingin saat matahari sedang terik. Satu keranjang berisikan 2 botol markisa dijual seharga Rp 85 Ribu.

Bannang-bannang


Bannang-bannang dalam bahasa Makassar bermakna benang yang saling membentuk jalinan. Sepintas kue yang bercitarasa manis ini memang terlihat seperti lilitan benang yang saling jalin menjalin. makanan yang terbuat dari tepung beras merah dan gula merah ini relatif lebih bisa dikemas dan tahan lama. Harganya Rp 15 Ribu per bungkus.

(AP)
  1. Zona Turis
  2. Wisata Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA