1. MAKASSAR
  2. GAYA HIDUP

Cara jadikan Ramadan momen tepat untuk berhenti merokok

Niat adalah modal utama untuk berhenti merokok

©2016 Merdeka.com Editor : Aan Pranata | Kamis, 08 Juni 2017 15:19

Merdeka.com, Makassar - Merokok, sudah jadi rahasia umum, berbahaya bagi kesehatan. Meski demikian, masih saja banyak orang yang terus merokok meski ratusan zat beracun sudah memenuhi setiap sel di tubuhnya.

Ketergantungan nikotin ini menyebabkan beberapa perokok lebih memilih menghisap sebatang rokok untuk membatalkan puasa dibandingkan mengonsumsi makanan atau minumam ketika berbuka. Hal ini tentunya akan membuat manfaat kesehatan dari puasa akan hilang hanya dengan mengisap sebatang rokok ketika berbuka puasa.

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan kebiasaan merokok saat puasa, seperti dikutip dari laman Hello Sehat:

Awali dengan niat

Niat adalah modal awal untuk berhenti merokok saat puasa. Itu sebabnya, penting untuk memperkuat niat dan mental Anda sebelum memutuskan menghentikan kebiasaan merokok. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menjalani setiap proses karena sudah memiliki komitmen dalam diri sendiri untuk berhenti merokok. Selain niat, tentukan juga tujuan Anda berhenti merokok. Fungsinya, agar Anda lebih termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Perlahan tapi konsisten

Sulit memang jika harus menghentikan kebiasaan merokok secara total. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa untuk berhenti merokok. Jika pada hari di luar bulan Ramadan Anda bisa merokok kapan saja dan bisa menghabiskan sebungkus rokok atau bahkan lebih dalam sehari, maka selama bulan Ramadan ini Anda bisa mengurangi konsumsi rokok satu sampai dua batang saja per hari. Waktu merokok yang terbatas saat bulan puasa akan membantu Anda terbiasa merokok dengan jumlah yang lebih sedikit. Teruskan kebiasaan ini hingga akhirnya tidak merokok lagi.

Tidak merokok setelah berbuka

Waktu yang paling rentan untuk merokok selama berpuasa adalah saat berbuka. Nah jika Anda memang berniat untuk menghentikan kebiasaan merokok, saat tiba waktunya berbuka berikanlah tubuh untuk mendapatkan energi dan stamina setelah seharian berpuasa dengan makan dan minuman yang sehat, bukan dengan sebatang rokok. Jika setelah berbuka hasrat untuk merokok kembali muncul, segeralah mencari kesibukan lain yang mampu mengalihkan Anda untuk merokok.

Hindari segala hal yang membuat Anda ingin merokok

Beberapa hal yang mungkin bisa jadi pemicu Anda merokok adalah pengaruh kebiasaan minum seperti alkohol, soda, kopi, yang membuat aktivitas merokok jadi lebih nikmat. Terlebih lagi godaan setelah makan.

Jika itu penyebabnya, Anda bisa mengganti kebiasaan rokok dengan mengonsumsi cemilan ringan yang sehat seperti buah, ataupun jus untuk menimalisir kebiasaan merokok Anda. Ketika Anda jajan di luar, cobalah meletakkan minuman Anda di tangan yang biasanya memegang rokok, atau menggigit sedotan agar mulut Anda seakan-akan mengisap rokok. Singkatnya, lakukan apapun yang diperlukan untuk melepaskan diri dari kebiasaan merokok.

Mengulur waktu

Terkadang saat Anda stres, berdiam diri malah akan membuat Anda makin tertekan. Nah, hal ini sering kali membuat hasrat untuk merokok jadi tidak terbendung lagi. Jika Anda sudah tidak tahan lagi dan benar-benar ingin merokok, Anda bisa menggunakan trik dengan mengulur waktu. Misalnya tahan hasrat merokok selama 5 menit. Jika 5 menit berhasil, ulangi lagi sekali lagi.

Sering kali, setelah menunggu selama 5 menit, keinginan merokok akan berangsur-angsur menghilang. Jika Anda berhasil melewati keinginan merokok kali ini, harusnya ketika hasrat merokok datang lagi Anda bisa melewatinya kembali.

Aktif berolahraga

Jika Anda benar-benar ingin berhenti merokok, Anda harus aktif berolahraga. Ketika Anda aktif secara fisik, otak Anda akan memproduksi zat-zat penting yang bekerja dalam mengontrol keinginan Anda untuk merokok. Anda bisa berolahraga setelah berbuka puasa. Itu sebabnya, mulailah rutin berolahraga. Anda bisa melakukan olahraga setelah berbuka puasa minimal 30 menit dengan intensitas ringan sampai sedang.

(AP)
  1. Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA