1. MAKASSAR
  2. SENI BUDAYA

Tantangan terbuka bagi sineas Makassar jelang helatan Festival F8

Ajang tersebut digelar September mendatang

©2017 Merdeka.com Editor : Aan Pranata | Minggu, 23 April 2017 06:39

Merdeka.com, Makassar - Makassar International Eight Festival and Forum atau Festival F8 akan kembali digelar pada tahun ini. Gelaran ini hadir untuk kedua kali, setelah tahun lalu dimeriahkan berbagai peserta dari belahan dunia.

Jelang ajang tersebut, Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto mengajak para sineas muda kota Makassar bisa ikut andil untuk uji nyali di hadapan 100 delegasi dari kota top dunia di F8.
F8 sendiri terdiri dari festival Film, Fashion, Fussion Jazz, Folks, Fiction Writer, Flower, and Food.

"Gambarannya nanti di F8 kita mengundang 100 kota top di dunia. Saya harap film makassar uji nyali uji bakat di F8 nantinya," ucap Danny Pomanto sapaan akrab wali kota di malam penganugerahan film terbaik pada pekan Film Makassar ke 3, yang diadakan di hotel Gammara, Makassar, Jumat malam (21/4).

Danny mengatakan dunia perfilman makassar kian hari semakin berkualitas. Mulai dari garapan hingga artis- artisnya begitu bertalenta.

Salah satu yang menjadikan hal tersebut menarik karena bahasa dan ide cerita yang diangkat masih dalam gaya Makassar secara orisinil.

"Ciri Makassarnya harus kita utamakan karena itu nilai jualnya," pungkasnya.

Dengan demikian, Danny mengaku sudah semakin percaya diri mengklaim Makassar sebagai pusat perfilman di Timur Indonesia. Baginya kebangkitan Film Makassar begitu fenomenal serta bisa mengulang sejarah masa lalu. Dulu, film produksi kota ini banyak yang melegenda dan masih diingat hingga hari ini, seperti Sumur Tujuh, Sanrego, Cinta di Pantai Losari dan begitu banyak film yang merajai perfilman nasional di zamannya.

Melihat kualitas film dan talenta yang dimiliki sineas muda Makassar itu, Danny pun mengaku siap jika kota yang dipimpinnya itu ke depan akan menjadi tuan rumah Festival Film Indonesia (FFI).

Apa lagi kata Danny, hari ini film sudah menjadi media diplomasi antar negara sekaligus sebagai city branding. Olehnya itu menurutnya semakin banyak film- film lokal dieksplore akan semakin banyak kekayaan budaya Bugis, Makassar, Mandar, Toraja yang luar biasa ditemukan.

"Karenanya saya sangat mengapresiasi kepada sineas kota Makassar dan menyampaikan pujian. Memang Sudah pantas dipuji. Saya lihat talenta anak- anak kita luar biasa," papar Danny lagi.

Penganugerahan Film Terbaik, Pekan Film Makassar 3 oleh pemerintah kota Makassar melalui dinas pariwisata ini memiliki sejumlah rangkaian kegiatan. Mulai dari penayangan, kompetisi, diskusi, layar tancap, workshop, hingga puncaknya yakni penganugerahan film terbaik. Kegiatan ini belangsung di Makassar, dari 15 - 21 April 2017.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar Rusmayani Majid mengatakan kegiatan ini dimaksudkan agar bisa meningkatkan antusiasme dan apresiasi masyarakat untuk mencintai hasil karya daerah. Selanjutnya diharapkan juga dapat meningkatkan hasil produksi dan ekonomi masyarakat pada pelaku produksi perfilman.

"Kegiatan ini diikuti 63 judul film yang kemudian diseleksi untuk mendapatkan juara pada tiga kategori yakni tingkat Pelajar atau Mahasiswa, Umum, dan Penilaian Khusus oleh Juri," katanya.

Dewasa ini Film Makassar memang banyak mewarnai produksi film layar lebar nasional, seperti Uang Panai, Bombe, Dumba- Dumba, dan lainnya. (NIA)

(AP)
  1. Film
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA